Suara dari Jantung Mimika: Perempuan Bersatu Menenun Harapan di Aula Bobaigo bersama ibu Valentina Kemong

  • Beranda
  • Suara dari Jantung Mimika: Perempuan Bersatu Menenun Harapan di Aula Bobaigo bersama ibu Valentina Kemong

Suara dari Jantung Mimika: Perempuan Bersatu Menenun Harapan di Aula Bobaigo bersama ibu Valentina Kemong

Oleh Admin Humas 13 May 2026 26 Dilihat

TIMIKA Selasa 12 Mei 2026. Suasana khidmat menyelimuti Aula Bobaigo Keuskupan Timika saat puluhan perempuan dari berbagai suku duduk melingkar. Agenda hari itu bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sebuah ruang sakral untuk Penjaringan Aspirasi dan Dengar Pendapat Kaum Perempuan.


Dipandu oleh Ibu Valentina Kemong dari Pokja Perempuan  Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Tengah kegiatan ini menjadi wadah bagi perempuan Timika untuk menguraikan benang kusut persoalan yang selama ini mengganjal di hati mereka—mulai dari isu keamanan hingga masa depan generasi.


Dimulai dengan Refleksi, Diakhiri dengan Aksi

  • Acara dibuka dengan doa dan refleksi singkat yang menyentuh sanubari. Momen ini seolah memberi kekuatan bagi para peserta untuk berbicara jujur tentang realita yang mereka hadapi. Dalam diskusi kelompok yang hangat namun kritis, beragam isu krusial mencuat ke permukaan:
  •  Keamanan & Kemanusiaan:Kegelisahan akan situasi keamanan yang berdampak langsung pada ruang gerak perempuan.
  •  Pendidikan & Ekonomi:Tantangan dalam memastikan anak-anak mendapatkan sekolah yang layak serta kemandirian ekonomi keluarga di tengah krisis.
  •  Sosial Budaya:Pentingnya menjaga harkat dan martabat perempuan dalam tatanan adat dan sosial di Mimika.
  • Pesan untuk Presiden

Diskusi ini bukan sekadar ajang berkeluh kesah. Dari meja-meja kelompok, lahirlah butir-butir pernyataan sikap atau statement tegas. Catatan penting ini merupakan sari pati dari keresahan dan harapan para ibu, saudari, dan perempuan hebat dari berbagai suku di Timika.


Pesan ini tidak berhenti di Aula Bobaigo. Dokumen aspirasi ini dirancang sebagai "surat cinta dan mandat" yang akan dikawal hingga ke tingkat tertinggi: Meja Presiden Republik Indonesia.

Para perempuan ini berharap, suara dari ujung Timur Indonesia ini dapat didengar dan menjadi dasar kebijakan yang lebih berpihak pada kemanusiaan serta pengembangan potensi perempuan di Tanah Papua.


Sebab ketika perempuan berbicara, sesungguhnya ia sedang memperjuangkan masa depan bangsa.

Selanjutnya,Valentina Pertegas 

Dari Aula Bobaigo, perempuan Mimika bersuara. Bukan hanya tentang hari ini, tapi tentang keamanan, pendidikan, dan martabat yang harus diperjuangkan hingga ke meja Presiden. Suara mama-mama adalah suara perubahan. tungku api  yang tidak akan pernah padam karena dari rahim mama Mama ada kehidupan baru.

Admin Humas
Penulis

Admin Humas

.