TIMIKA Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah, Agustinus Anggaibak, S.M., melakukan kunjungan sekaligus mediasi langsung kepada dua kelompok yang terlibat konflik sosial, yakni Kelompok Dang dan Kelompok Niwigalen, di Distrik Kwamki Narama, Mimika, pada Rabu (10/6/2026) siang sekitar pukul 14.30 WIT.

Kunjungan ini merupakan upaya pendekatan persuasif untuk mendorong percepatan penyelesaian perang suku yang telah berlangsung hampir satu tahun di wilayah tersebut.
Hadir mendampingi Ketua MRP dalam kegiatan ini, Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman, S.I.K., M.H., Wakil Ketua Komisi I DPRP Papua Tengah Yohanes Kemong, Kepala Dinas Sosial Kab. Mimika Hasan Kemong, Kepala Distrik Kwamki Narama Naftali Edwin Hanuaebu, serta jajaran perwira Polres Mimika dan 21 personel Dalmas.
Dalam arahannya, Ketua MRP Agustinus Anggaibak menegaskan bahwa kedua pihak yang bertikai merupakan satu ikatan keluarga, sehingga perdamaian mutlak harus dilakukan demi menyelamatkan generasi masa depan. Ia mengimbau masyarakat untuk menghentikan pertikaian agar tidak ada lagi warga yang harus berhadapan dengan proses hukum positif.

“Kita kasih waktu 3 hari untuk melakukan persiapan proses perdamaian. Jadi, jangan ada lagi yang melakukan perang dan membawa alat perang. Apabila masih ada yang membawa alat perang, maka Kapolres Mimika akan melakukan penegakan hukum positif terhadap siapa saja yang mengganggu persiapan proses perdamaian ini,” tegas Agustinus.
Sementara itu, Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman secara tegas meminta kedua kubu segera menghentikan konflik karena pertikaian yang berlarut-larut telah mengganggu situasi kamtibmas di Kwamki Narama selama hampir satu tahun terakhir. Kapolres menyampaikan bahwa prosesi adat patah panah (perdamaian) dijadwalkan akan digelar pada Senin, 15 Juni 2026.

“Pada hari Senin, 15 Juni 2026, saya minta saudara-saudara sekalian berdamai dan tidak ada lagi konflik perang suku. Jika setelah prosesi adat patah panah masih timbul konflik, maka kami akan melakukan penegakan hukum positif,” ujar Kapolres.
Untuk menjamin keamanan, Kapolres Mimika juga menyatakan akan membangun tempat tinggal sementara bagi aparat kepolisian tepat di tengah-tengah medan perang guna mengawal masa persiapan menuju perdamaian.

Kegiatan kunjungan dan mediasi yang berjalan aman ini berakhir pada pukul 17.40 WIT. Pelaksanaan perdamaian adat pada hari Senin mendatang diprediksi akan menghadirkan unsur pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, serta aparat keamanan dalam jumlah besar guna mengantisipasi gangguan kamtibmas.

